Review Kamera DSLR Canon 200D Mark II

Kamera sensor APS-C ini dan resolusi 24,1 Mega pixel mendukung layar sentuh dalam mengubah pengaturan atau memilih titik fokus. Selain itu, kamera ini memiliki layar yang dapat diputar ke depan sehingga memudahkan untuk mengambil sudut yang sulit (misalnya terlalu rendah, terlalu tinggi atau untuk selfie dan vlog).

Dalam penggunaannya, jendela bidik sangat membantu untuk memotret ketika cuaca panas dan menghemat lebih banyak baterai. Untuk penggunaan live view akan ada jeda singkat ketika mengambil foto karena kamera perlu mengangkat cermin. Suara jepret yang dihasilkan oleh kamera ini juga sedikit mengganggu jika Anda ingin mengambil foto secara diam-diam karena tidak mendukung pengambilan gambar diam seperti pada kamera tanpa cermin.

Untuk rentang ISO memang dapat dipilih dari 100-25600 (dapat ditingkatkan menjadi 51200) tetapi untuk kebisingan yang dapat diterima saya pikir batasnya adalah 800. Tetapi untuk kebutuhan yang hanya ditampilkan di media sosial, untuk ISO 6400 masih dapat diterima.

Kamera ini juga mendukung perekaman video dengan resolusi FHD atau 4K (ada krop 1.7x) dan stabilizer mengandalkan stabilizer pada lensa sementara di badannya terdapat Digital Movie IS. Jika diaktifkan, akan ada pemotongan dari pembingkaian lagi jadi jika kita ingin menggunakan resolusi 4K dan mengaktifkan stabilizer disarankan untuk menggunakan lensa yang lebih lebar. Ilustrasi untuk hasil krop video ada di video di bawah ini.


Bagi fotografer yang memilih kamera ini, akan mendapat kemudahan untuk pemilihan lensa DSLR dari Canon dan dari pihak ketiga, dari kisaran harga yang murah hingga mahal juga mudah didapat. Namun, fotografer harus membeli flash dari merek Canon dan tidak dapat menggunakan flash manual atau flash pihak ketiga.

Dinna Cosia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *